Pengertian Rangkaian Star Delta Otomatis, Fungsi, Jenis Dan Cara Kerja

Untuk penggemar rangkaian elektronika tentu tidak asing dengan istilah rangkaian star delta atau sering disebut juga sebagai rangkaian bintang. Rangkaian ini merupakan rangkaian elektronika yang bisa dipakai untuk listrik 1 phase maupun 3 phase.

Namun bagi yang baru belajar tentu akan merasa kesulitan saat mencoba memahami rangkaian delta ini. Sehingga memerlukan informasi mengenai pengertian rangkaian star delta otomatis, fungsi, jenis dan cara kerjanya.

Agar lebih jelas dan memahami mengenai rangkaian elektronika yang satu ini  maka sebaiknya membaca ulasan yang akan dibahas ini. Karena disini akan dibahas mengenai pengertian, fungsi, jenis, prinsip kerja dan juga komponen rangkaian star delta dengan lebih spesifik.

24) Pengertian Rangkaian Star Delta Otomatis, Fungsi, Jenis Dan Cara Kerja (1500 Kata)

Pengertian Rangkaian Star Delta

Rangkaian delta adalah sebuah rangkaian motor listrik yang terdiri dari gabungan antara rangkaian star dan rangkaian delta. Yang mana seringkali digunakan dengan tujuan untuk mengurangi lonjakan arus ketika motor baru dinyalakan.

Rangkaian star delta sendiri merupakan sebuah rangkaian sirkuit yang biasa digunakan untuk mengoperasikan jenis motor 3 phase. Secara umum, rangkaian tersebut dapat digunakan untuk listrik 1 phase ataupun 3 phase.

Rangkaian motor ini juga sering disebut sebagai Rangkaian Bintang Segitiga oleh kalangan pecinta elektronika. Hal ini disebabkan karena rangkaian ini mempunyai bentuk  yang menyerupai bintang dan segitiga.

Mengenai kenapa lebih sering digunakan untuk tipe listrik 3 phase bukan tanpa alasan. Karena tipe listrik 3 phase memang membutuhkan daya besar untuk memulai pergerakan. Itulah mengapa banyak disimpulkan bahwa tipe listrik 3 phase sangat cocok apabila menggunakan rangkaian tipe star delta ini.

Rangkaian Star Delta

Fungsi Rangkaian Star Delta

Kemudian sekarang mengenai fungsinya dari rangkaian star delta ini dalam pengaplikasiannya pada kehidupan. Secara umum, fungsi rangkaian star delta ini mempunyai fungsi untuk mengurangi jumlah arus start yang dihasilkan oleh motor listrik.

Namun demikian masih banyak lagi fungsi dan kelebihan dari rangkaian star delta yang lainnya.Sebagaimana yang akan diulas dibawah ini, mengenai berbagai fungsi dari rangkaian star delta yang lebih lengkap.

Ketika motor pada rangkaian dihidupkan untuk pertama kalinya maka bisa dikatakan bahwa jumlah arus yang keluar bisa lebih berkurang menjadi lebih sedikit. Hal ini dapat terjadi karena adanya koneksi star delta yang terpasang pada rangkaian tersebut.

Namun demikian, meskipun rangkaian ini difungsikan untuk mengurangi lonjakan pada arus. Namun demikian, walaupun fungsinya untuk mengurangi lonjakan arus, namun ketika menggunakan tipe rangkaian ini maka tidak akan mengurangi torsi pada elektromotor tersebut.

Bisa dikatakan bahwa Koneksi star delta ini dapat digunakan untuk membuat tegangan arus pada motor listrik menjadi stabil. Jika motor listrik mengalami beban yang berat atau kelebihan muatan maka rangkaian akan memutuskan tegangan.

Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir kalau kelebihan muatan, karena akan berhenti secara oromatis. Tidak memerlukan rangkaian tambahan untuk memutuskan arus tersebut.

Jenis Skema Rangkaian Listrik Delta

Setelah memahami berbagai fungsi dari star delta diatas sekarang kita akan membahas mengenai rangkaian star delta lebih dalam lagi. Sekaligus juga akan mengulas secara singkat skema dari komponen rangkaian star delta.

Agar lebih jelas dibawah ini merupakan rincian yang lebih dalam mengenai satu per satu komponen yang ada pada panel star delta beserta dengan fungsinya. Sehingga Anda dapat lebih memahami lagi mengenai skema rangkaian listrik delta yang akan digunakan seperti berikut ini:

1. MCB 3 Phole

Sesuai dengan namanya, MCB atau kepanjangannya adalah Miniature Circuit Breaker merupakan alat yang berfungsi untuk menyambungkan dan memutus arus listrik. Pada rangkaian bintang MCB ini juga berfungsi untuk mengontrol arus listrik yang mengalir pada jaringan  tersebut.

Sehingga ketika terjadi konsleting, lonjakan arus listrik atau bahkan hubungan pendek arus listrik maka MCB 3 phole ini akan sangat membantu. Karena dapat berperan untuk memutuskan arus secara otomatis sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

MCB 3 PHOLE

2. Kontaktor

Selanjutnya, pada rangkaian star delta motor 3 phase ini juga mempunyai peran lain yang tak kalah penting. Karena kontaktor juga berperan sebagai alat yang fungsinya untuk memutuskan dan menyambung arus listrik.

Namun, mengenai arus yang dihasilkan oleh rangkaian ini asal mulanya adalah dari lilitan koil yang menghasilkan medan magnet. Sementara itu pada rangkaian star dan delta ini sendiri terdapat 3 buah kontaktor yang digunakan. Beberapa kontraktor tersebut adalah sebagai berikut:

  • Yang pertama adalah kontaktor utama atau biasa juga disebut sebagai main kontaktor.
  • Sementara kontaktor kedua adalah kontraktor yang digunakan pada saat rangkaian dalam sistem star.
  • Kemudian kontaktor ketiga ini juga dimanfaatkan fungsinya pada rangkaian. Terutama ketika jaringan sedang dalam kondisi sistem delta.
KONTAKTOR LCID40M7 3P 60A 220V Schneider

3. Thermal Overload Relay (TOR)

Selanjutnya kita akan membahas Thermal Overload Relay atau yang dikenal dengan singkatan TOR yang terdapat pada rangkaian ini, yang mana komponen ini merupakan komponen rangkaian bintang yang berfungsi sebagai pengaman.

Sehingga ketika jaringan ini mengalami kondisi muatan listrik yang berlebih, maka TOR akan berfungsi untuk segera menggunakannya. Selain itu, dengan fungsinya komponen yang satu ini juga akan melakukan deteksi berdasarkan thermal.

Jenis Skema Rangkaian Listrik Delta Thermal Overload Relay (TOR) new

4. Timer

Kemudian ada timer yang juga merupakan salah satu komponen yang memiliki fungsi untuk memutuskan dan menyambungkan arus. Namun pada prosesnya dengan menggunakan sistem waktu. Sehingga saat koil dialiri oleh arus listrik, maka timer akan memindahkan operasional induksi pada motor. Dengan memindahkan induksi dari star, kemudian diubah menjadi delta.

TIMER CKC AH3-2 10S 220V AH3 AH3 2 new

5. Transformer

Transformer adalah komponen yang memiliki fungsi untuk mengubah nilai tegangan arus listrik. Cara kerjanya yakni dari nilai tegangan yang tinggi ke rendah.

transformer 330vac to 220vac new

6. RT 18-32

Komponen yang satu ini sering juga populer juga dengan sebutan fuse atau sekring. Jika ada hubungan arus pendek pada jaringan star delta, fuse akan segera memutuskan arus listrik secara otomatis. Sehingga dapat diandalkan untuk mengamankan listrik.

RT 18-32 new

Cara Kerja Rangkaian Star Delta

Pada dasarnya prinsip kerja rangkaian star delta sangat sederhana dan mudah dipahami. Bahkan untuk para pemula sekalipun dapat mengetahui bagaimana cara kerja rangkaian star delta, dengan menyimak ulasan berikut ini:

  • maka tegangan yang bersumber dari MCB akan mengalir menuju koil saat tombol push button ditekan atau dalam kondisi on.
  • Sementara itu Koil magnetik kontaktor (K1) akan terhubung dengan terminal NO pada K1. Yang mana nantinya tegangan push button off juga akan mengalir sebagai pengunci.
  • Kemudian timer pada rangkaian juga akan mendapatkan arus listrik dari terminal koil k1.
  • Selanjutnya tegangan NC yang berasal dari koil selanjutnya akan dialirkan pada koil magnetik kontaktor (K3).
  • Pada Kontaktor k1 ini akan mengalirkan tegangan R-S-T menuju gulungan elektro motor.
  • Selanjutnya kontaktor K3 akan menghubungkan terminal untuk pertama kalinya.
  • Pada tahapan ini jaringan beroperasi dengan hubungan star.
  • Kemudian setelah beroperasi dengan tegangan rendah, maka timer akan melakukan penyesuaian dan membuat arus pada rangkaian menjadi lebih stabil.
  • Proses berikutnya terminal NO akan terhubung pada koil magnetik K2 dan K3 sehingga tegangan R-S-T akan beroperasi dengan baik pada gulungan elektromotor.
  • Pada tahapan ini hubungan rangkaian tersebut sedang berpindah dari star menuju delta.
  • Kemudian saat push button off ditekan maka seluruh arus pada rangkaian akan terputus dan elektromotor akan berhenti.

Demikianlah cara kerja dari rangkaian delta otomatis yang sangat penting dalam sebuah produk elektronika. Sebagai pemula tentu harus memahami dengan baik sebelum membuat atau menggunakan rangkaian ini untuk keamanan.

cara kerja rangkaian star delta

Perbedaan Hubungan Star dan Delta

Kemudian ada yang perlu dipahami lagi yang cukup penting, yaitu mengenai perbedaan antara rangkaian star dan delta. Beberapa karakteristik dari masing-masing rangkaian tersebut dapat dilihat pada uraian dibawah ini:

1. Hubungan Star

Beberapa hal yang harus dapat diketahui mengenai karakteristik dari hubungan Star antara lain adalah sebagai berikut:

  • Mengenai hubungan star, penggunaannya lebih sering diaplikasikan pada tipe rangkaian yang membutuhkan arus start yang sedikit.
  • Akibat rangkaian ini hanya membutuhkan insulasi yang rendah, koneksi bintang dapat digunakan untuk kontrol jarak jauh.
  • Sementara itu jumlah arus masuk (input) dan keluar pada koneksi bintang adalah sama.
  • Koneksi bintang biasanya digunakan untuk rangkaian listrik 1 phase dan 3 phase.

2. Hubungan Delta

Sekarang mengenai beberapa karakteristik hubungan Delta antara lain adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan koneksi delta biasa diaplikasikan pada komponen elektronik yang membutuhkan torsi awal tinggi.
  • Hubungan delta lebih banyak digunakan untuk kebutuhan kontrol jarak dekat.
  • Jumlah arus input dan arus output yang ada pada koneksi delta adalah √3 x arus input.
  • Penggunaannya hanya terbatas untuk rangkaian star delta 3 phase saja.
  • Berdasarkan jenisnya, hubungan star delta dibedakan menjadi dua rangkaian yaitu rangkaian star delta otomatis dan manual.

Baca Juga : 11 Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Pararel

Perbedaan Rangkaian Star Delta Manual Dan Otomatis

Sama-sama sebagai rangkaian delta, namun kedua rangkaian ini mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Sebagai seorang perangkai elektronika tentunya harus dapat memahami perbedaannya sehingga tidak akan keliru saat membuatnya.

1. Rangkaian Star Delta Manual

Pada rangkaian star delta manual, maka Anda akan menemukan 3 buah push button. Dengan rincian detailnya adalah push button on star, push button on delta dan push button off. Sehingga perpindahan start awal pada rangkaian ini terjadi secara manual dengan menggunakan push button.

Kemudian beberapa karakteristik yang dimiliki oleh rangkaian manual ini diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Pada rangkaian manual untuk star delta tidak memiliki wiring yang rumit.
  • Pada rangkaian manual ini juga tidak memerlukan timer sebagai komponen penyusunnya.
  • Namun jika Anda menekan tombol Push Button Delta terlalu lama atau telat, resikonya akan  mengakibatkan motor terbakar.
  • Sementara itu perpindahan antara star dan delta dilakukan secara manual atau mengikuti insting.
gambar penyambungan rangkaian star delta manual (1)

2. Rangkaian Star Delta Otoamatis

Sekarang mengenai rangkaian star delta otomatis, fungsi timer merupakan salah satu yang dibutuhkan sebagai bagian dari komponen penyusunnya. Beberapa karakteristik dari rangkaian otomatis tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pada rangkaian star delta otomatis bisa dibilang mempunyai sistem wiring yang cukup rumit. Terlebih bila dibandingkan dengan jenis rangkaian yang manual.
  • Kemudian dengan adanya timer akan membantu terjadinya proses perpindahan dari star ke delta secara otomatis.
  • Akibat adanya timer, waktu perpindahan dari star ke delta juga dapat disetting sesuai kebutuhan.
  • Pada rangkaian ini push button ini digunakan lebih sedikit,  yakni sejumlah 2 buah saja.
gambar penyambungan rangkaian star delta automatis

Demikianlah sekilas ulasan mengenai pengertian rangkaian star delta otomatis, fungsi, jenis dan cara kerjanya. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan Anda mengenai rangkaian elektronika yang mungkin sedang anda butuhkan.

Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published.