Mid Drive VS Hub Motor, Mana yang Terbaik untuk Sepeda Listrik?

Electric bicycles (E-Bike) atau Sepeda listrik adalah bentuk transportasi listrik roda dua yang semakin populer dari waktu ke waktu, Ada banyak keunggulan yang ada pada sepeda listrik ini, Tenaganya yang tidak terlalu besar memungkinkan untuk digunakan semua orang.

Saat ini ada dua jenis sepeda listrik yang paling umum digunakan, yaitu mid-drive motor dan hub motor. Tentu keduanya memiliki perbedaan pada berbagai aspeknya. Mari kita sama-sama mengupas tuntas perbedaan kedua tipe sepeda listrik ini.

Hub vs Mid-drive, Apa perbedaannya?

hub vs mid drive motor

Motor yang paling banyak dijumpai dipasaran saat ini adalah motor hub. Biasanya ini dipasang di roda belakang, walau ada beberapa juga yang dikonfigurasi didepan. Motor hub ini memiliki karakteristik sederhana, ringan, dan cukup murah untuk diproduksi.

Sedangkan Motor mid-drive, yang menempatkan motornya lebih dekat di tengah sepeda dan mentransfer  tenaga motor ke roda bagian belakang melalui penggerak rantai sepeda, motor ini juga telah menjadi umum selama 2-3 tahun terkahir ini.

Keduaya tentu memiliki sejumlah perbedaan yang unik, jadi memilih motor yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan kalian masing-masing. Ada kelebihan dan kekurangan tentu pasti, untuk lebih lengkapnya akan kita bahas kedua motor di atas dibawah ini.

Baca Juga : Perbedaan Brushed dan Brushless (BLDC) Motor Pada Sepeda Listrik

Brushless Hub Motor

hub drive motor

Seperti yang sudah saya singgung diatas, letak dari motor ini ada pada bagian belakang roda, dan ada juga yang penempatannya pada roda depan. Motor ini menyediakan tenaga penggerak dengan memutar ban sepeda ditempat ia dipasang. Motor ini juga tidak berdampak sama sekali pada sistem penggerak pedal utama dari sepeda.

Ada dua jenis motor hub untuk saat ini. Yaitu, Geared hub motor yang memiliki roda gigi planetary internal yang fungsinya untuk mengurangi kecepataan motor RPM yang lebih tinggi. Roda gigi ini adalah titik kelemahannya karena gigi dapat patah dan nilon yang diperkuat besar kemungkinan bisa lepas.

Dan, Gearless yang tidak memiliki roda gigi dan bagian ini langsung mengubungkan poros stator motor RPM bawah ke sepeda, Tidak ada bagian yang bergerak selain dari bantalannya yang tidak aus.

Keunggulan Motor Hub :

Salah satu keuntungan terbesar dari motor hub adalah hanya membutuhkan sedikit perawatan, bahkan bisa tanpa perawatan pun bisa. Motor ini adalah sistem penggerak yang sepenuhnya independen dengan mempertahankan semua komponennya di dalam casing motor tersebut.

Karena motor hub tidak terhubung dengan sistem penggerak pedal utama, menyebabkan dirinya tidak memerlukan tekanan tambahan pada rantai atau shifter, dan ini tidak menyebabkan bagian manapun lebih cepat aus.

Motor hub juga jauh lebih murah daripada mid-drive. Sepeda listrik dengan motor hub bahkan bisa diproduksi secara massal hingga ratusan ribu dipabriknya langsung. Desainnya yang sama telah digunakan secara konstan selama lebih dari satu dekade ini. Inilah yang membuatnya memiliki harga yang sangat murah.

  • Sederhana dan murah untuk diproduksi.
  • Dapat dipasang ke hampir semua sepeda jenis lama, dengan menggunakan kit konversi.
  • Menawarkan redundansi dengan sisitem penggerak pedal. Sehingga jika rantai sepeda kamu putus kamu bisa mengkendarainya dengan tenaga listrik (jika memiliki throttle).

Kekurangan Motor Hub :

  • Opsi terbatas untuk komponen roda, seperti Pelek, ban, dan gear.
  • Jika ban sepeda kempes, pelek rusak, ruji bengkok, atau kerusakan lainnya. Ini membutuhkan prosedur yang panjang untuk memperbaikinya.
  • Tidak bermanuver secara alami, ketika menggunakannya terasa seperti didorong atau ditarik.
  • Karena bobot motor hub ada dibelakang, sehingga membuatnya lebih sulit untuk diseimbangkan.
  • Biasanya berputar lambat ketika di tanjakan yang terjal.
  • Bobotnya lebih berat dari mid-drive.

Brushless Mid-drive Motor

mid drive motor untuk sepeda listrik

Dinamakan motor mid-drive karena ia terletak di tengah rangka sepeda tepatnya diantara pedal. Mid-drive dirancang untuk menggerakkan pedal kemudian ditransfer tenaga ke roda belakang melalui penggerak rantai sepeda. Kemajuan teknologi saat ini membuat motor mid-drive bisa menghasilkan e-bike yang lebih ringan, kecil, dan senyap terhadap suara.

Karena motor dirancang di bagian tengah, membuat gravitasi yang dihasilkan begitu rendah dan stabil. Tentu ini memberikan keseimbangan beban dan meciptakan pengalaman bersepeda yang enteng dan stabil.

Perlu dicatat juga motor ini membutuhkan lebih banyak perawatan ketimbang motor hub. Kenapa? karena mid-drive memberikan tekanan yang lebih tinggi ketika digunakan pada drivetrain (menyalurkan tenaga yang dihasilkan mesin ke roda) yang menyebabkan rantai, pemindah gigi, lebih cepat aus.

Keunggulan Motor Mid-Drive

Motor mid-drive dirancang untuk memperbaiki sejumlah kekurangan yang ditemukan pada motor hub.

Keuntungan utama yang dimiliki mid-drive adalah rasio girnya. Ia memungkinkan orang yang mengendarainya bisa menggerakkan roda belakang melalui rantai dan persneling yang sama dengan pedal, artinya persneling yang rendah dapat dipilih untuk menaklukkan bukit atau medan yang curam.

Inilah keunggulannya, untuk kamu yang sering menggendari sepeda di tempat yang cenderung naik maka motor mid-drive sangat cocok untuk berakselerasi, ini lebih baik daripada motor hub yang dapat mengalami panas berlebihan ketika digunakan untuk melewati tanjakan yang curam.

  • Performa dan torsinya yang tinggi.
  • Pemanfaatan persneling sepeda yang bisa menghasilkan lebih banyak tenaga serta jangkauan.
  • Perawatan dan servis motor sangat mudah, hanya perlu melepas dua baut dan memasangnya kembali.
  • Distribusi bobotnya yang seimbang, karena letaknya di tengah sepeda.
  • Lebih kecil dan lebih ringan.
  • Sensor torsinya dapat mengatur daya motor berdasarkan seberapa kuat kamu mengayuh pedal sepeda, sehingga ini mengasilkan pengalaman bersepeda yang lebih mulus.

Kekurangan Motor Mid-drive

  • Membutuhkan rangka sepeda khusus, ini berguna untuk membuat motor yang dapat mengelilinginya.
  • Mungkin akan banyak keAUSan pada rantai penggerak, sehingga sepeda ini membutuhkan lebih banyaknya perawatan/ biaya untuk ganti daripada motor hub.
  • Susah pada bagian sistem penggeraknya, karena output daya yang lebih tinggi secara terus menerus pada rantai penggerak.
  • Tentu ini lebih mahal daripada motor hub.

Baca Juga : Rekomendasi Pengganti yang Bagus Aki Untuk Sepeda Listrik Selis

Hub Motor vs Mid-drive Motor, mana yang lebih baik?

Jawabannya adalah : Tergantung

Mid-drive memiliki banyak peningkatan dibandingkan teknologi yang digunakan oleh motor hub. ya keuntungan dari motor ini adalah bobotnya yang lebih rendah dan penggunaan gigi yang lebih baik, inilah yang membuatnya cocok untuk off-road dan medan berbukit untuk dilintasi.

Disisi lain, Motor hub juga cukup baik untuk beberapa hal. Seperti perawatannya yang mudah dan bahkan minim sekali perawatan. Tidak menutup kemungkinan juga motor hub cocok untuk off-roader, ini karena kekuatan dan keandalannya.

Nah itulah yang mendasari saya mengatakan Tergantung, sebab keduanya memiliki kelebihannya sendiri.

Yang terpenting adalah fakta mengendari sepeda listik sangatlah luar biasa, inilah yang menciptakan pengalaman ketika anda bersepeda menjadi lebih luar biasa. Tak peduli apa motor yang digunakannya, tetap saja kedua hal itu sama-sama unggul untuk digunakan.

Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published.