Fungsi CT dan PT Pada Gardu Induk

Gardu induk merupakan salah satu komponen penting dalam penyaluran listrik. Bisa disebut sebagai stasiun atau terminal transmisi, yang dimana komponen ini dapat mengatur atau mentransformasikan tegangan apabila sedang drop atau turun akibat panjangnya saluran.

Gardu induk mempunyai peranan penting dalam sistem transmisi. Berikut adalah beberapa fungsi dari gardu induk:

  1. Menaik dan menurunkan tegangan.
  2. Mengatur aliran daya listrik dari saluran transmisi ke saluran transmisi lain yang kemudian didistribusikan ke konsumen.
  3. Mengukur, mengawasi, dan sebagai proteksi sistem tenaga listrik
  4. Mengatur layanan beban ke Gardu Induk lain dan Gardu Distribusi
  5. Menurunkan tegangan transmisi kemudian diubah menjadi tegangan distribusi
  6. Sarana telekomunikasi

Peran utama gardu induk (GI) adalah mentransformasikan tegangan, dengan menaikan tegangan dari pembangkit listrik. Sebab untuk penyaluran listrik membutuhkan tegangan yang besar.

Normalnya pembangkit listrik hanya bisa menghasilkan sekitar 6 -20 kV, dan itu harus ditransformasikan menjadi lebih tinggi atau dinaikan supaya tidak cepat habis dalam perjalanan.

Setelah menyalurkan tegangan tinggi pada sisi transmisi, tegangan harus diturunkan kembali seperti standarnya agar bisa didistribusikan ke konsumen. Jadi intinya GI ini ibarat stasiun-stasiun listrik atau Substation.

Secara sederhananya bisa kita gambarkan seperti ini:

transformasi arus listrik gardu induk

Nah, pada gambar diatas, saat proses tegangan dinaikan dan diturunkan arus listrik harus melalui Gardu Induk. Setelah proses distribusi, ternyata penurunan tegangan masih berlanjut agar bisa sampai ke konsumen (penurunan tegangan berdasarkan standar yang digunakan oleh masyarakat). Namun proses ini sudah tidak lagi ditangani oleh Gardu Induk, melainkan oleh Gardu Distribusi.

proses listrik sampai ke konsumen

Dalam proses peningkatan dan penurunan tegangan dan arus listrik, Gardu induk memiliki dua bagian utama yang terpisah secara khusus, yaitu:

Baca Juga : 6 Macam Komponen Listrik Beserta Fungsi dan Simbol

1. Current Transformer (CT)

current transformer atau trafo daya

Current Transformer (CT) atau Trafo Arus adalah peralatan yang dapat memperkecil besaran arus listrik (Ampere) pada sistem tenaga listrik menjadi besaran arus. tanpa mengubah frekuensinya.

Fungsi utama Current Transformer (CT) adalah merubah besaran arus listrik berskala besar ke skala lebih kecil pada sistem tenaga listrik. Hal ini dapat berguna untuk keperluan pengukuran, transformator instrumen, dan proteksi.

Prinsip kerja Current Transformer / Trafo Daya

  • Mengisolasi rangkaian primer dari rangkaian sekunder, yaitu memisahkan instalasi pengukuran dan proteksi tegangan tinggi.
  • Trafo arus tegangan menengah bekerja berdasarkan prinsip kopling medan magnetik.
  • Medan magnetik tersebut akan memotong inti/core.
  • Fluk magnetik yang menembus kumparan sekunder akan membangkitkan tegangan atau beda potensial dikedua ujung kumparan.

Baca Juga : Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Pararel

2. Potential Transformer (PT)

potential transformer

Transformator Tegangan / Potensial (PT) adalah trafo instrument yang berfungsi untuk merubah tegangan tinggi menjadi tegangan rendah untuk keperluan, peralatan indikator, alat ukur / meter dan relai.

Prinsip Kerja Potential Transformer / Trafo Tegangan sama dengan trafo daya, meski demikian rancangannya berbeda dalam beberapa aspek, yakni:

Perbedaan dengan Trafo Daya

  • Kapasitasnya kecil (10 s/d 150 VA), karena digunakan untuk daya yang kecil.
  • Galat faktor transformasi dan sudut fasa tegangan primer dan sekuder lebih kecil untuk mengurangi kesalahan pengukuran.
  • Salah satu terminal pada sisi tegangan tinggi dibumikan/ ditanahkan.
  • Tegangan pengenal sekunder biasanya 100 atau 100√3 V.

Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published.